Home > Berita Terbaru
Perdana: KUA Ngawi Laksanakan Program The Most KUA - Move for Sakinah Maslahat bagi Kelompok Remaja Usia Sekolah dan Usia Siap Nikah
Penulis: Son Haji Saputra - 25 Februari 2026
Home > Berita Terbaru
Perdana: KUA Ngawi Laksanakan Program The Most KUA - Move for Sakinah Maslahat bagi Kelompok Remaja Usia Sekolah dan Usia Siap Nikah
Penulis: Son Haji Saputra - 25 Februari 2026
Foto: Dokumen Pribadi
KUA Ngawi perdana melaksanakan Program The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat bagi kelompok remaja usia sekolah dan usia siap nikah di Ponpes Syafa’atul Ulum, Mangunharjo, Ngawi, yang diikuti oleh 55 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa/i, santri dan santriwati, guru, serta tenaga pendidik. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program pembinaan keluarga sakinah berbasis kelompok sasaran yang berbentuk Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Kegiatan ini juga merupakan implementasi program nasional yang dilaksanakan untuk mengisi dan memaknai momentum bulan Ramadan dengan kegiatan edukatif dan pembinaan yang konstruktif.
Program The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat sendiri merupakan program diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI melalui Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah sebagai upaya penguatan peran KUA dalam pembinaan keluarga dan ketahanan masyarakat. Melalui program ini, KUA didorong untuk lebih proaktif menghadirkan layanan edukasi dan pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan kelompok sasaran, khususnya generasi muda sebagai calon pelaku kehidupan rumah tangga di masa mendatang.
Dengan mengusung semangat Ramadan sebagai bulan refleksi dan perbaikan diri, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai spiritual, kedewasaan berpikir, serta tanggung jawab sosial dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sakinah, mawaddah, dan maslahat.
Narasumber dalam kegiatan ini diisi langsung oleh Mustofa selaku Kepala KUA Ngawi yang didampingi oleh Son Haji Saputra dan Wage Agustino Lifanto selaku Penghulu. Turut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, M. Nurrokhman Al Hakim selaku Penyuluh Agama Islam serta Saifuddin selaku Penata Layanan Operasional yang membantu dalam aspek teknis, persiapan, dan kelancaran acara.
Bagi kelompok remaja usia sekolah, pembinaan difokuskan pada pembentukan karakter dan penguatan nilai diri sebagai fondasi masa depan. Peserta diajak memahami pentingnya integritas, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan diri dalam pergaulan di kondisi zaman yang segalanya lalu lalang berkembang pesat. Materi pencegahan perkawinan anak disampaikan melalui pemahaman tentang dampak sosial dan psikologis dari pernikahan dini, seperti ketidaksiapan mental, potensi konflik rumah tangga, risiko putus sekolah, hingga tantangan ekonomi akibat kurangnya kesiapan.
Sementara itu, bagi kelompok usia siap nikah, materi diarahkan pada penguatan kesiapan menikah secara komprehensif, baik dari sisi mental, emosional, spiritual, maupun sosial. Peserta dibimbing memahami pentingnya komunikasi yang sehat dan empatik dan cara membangun relasi yang saling menghargai. Pembahasan juga mencakup dinamika dan psikologi dalam kehidupan perkawinan, pengelolaan konflik secara dewasa, perencanaan keuangan keluarga, serta pemahaman tentang pencegahan stunting sebagai bagian dari kesiapan menjadi orang tua yang bertanggung jawab, termasuk pentingnya perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, dan kesiapan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi menitikberatkan pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif dan partisipatif. Pada sesi ini, peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang kerap dihadapi dalam pergaulan, perencanaan masa depan, maupun kesiapan membangun rumah tangga. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperdalam pemahaman materi sekaligus melatih keberanian dan keterbukaan peserta dalam berdialog secara sehat dan konstruktif.
Melalui dinamika diskusi tersebut, para fasilitator memberikan penguatan, klarifikasi, serta solusi aplikatif yang relevan dengan kondisi peserta. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis, kematangan emosional, serta komitmen untuk mempersiapkan diri secara lebih baik. Dengan demikian, Program The Most KUA – Move for Sakinah Maslahat tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar menghadirkan pembinaan yang membumi, kontekstual, dan berdampak nyata bagi generasi muda.